Minggu, 13 Desember 2020

Menilai Lukisan

Menilai Lukisan

Sering ada pertanyaan, mengapa lukisan jelek ini harganya selangit ya? Malah lukisan indah dan mirip aslinya ini dihargai murah sekali? Mari kita bersama-sama membahas tentang seni yang satu ini.

Beberapa penyebab harga lukisan menjadi bisa sangat mahal antara lain:
  • Nama si Pelukis. Ini merupakan faktor utama yang menyebabkan sebuah lukisan bisa dihargai sangat mahal sekali. Seseorang yang sudah diakui sebagai maestro seni lukis, dapat dipastikan harga karya lukisannya menjadi selangit. Contohnya: jika maestro Van Gogh cuma melukis sketsa "titik dan coma", dapat dipastikan sketsa tersebut sangat berharga dan menjadi buruan para kolektor
  • Umur Lukisan. Ini juga menjadi faktor yang menentukan nilai dan harga sebuah lukisan. Semakin tua usia sebuah lukisan, biasanya lebih bernilai di mata para kolektor lukisan
  • Kualitas Lukisan. Mungkin ini merupakan faktor terakhir yang menentukan nilai dan harga sebuah lukisan. Walau tidak bisa dipungkiri, untuk menjadi maestro seni lukis, anda tentu harus bisa menghasilkan lukisan yang berkualitas

Dari faktor-faktor tersebut, mari kita bahas tentang kualitas lukisan. Bagaimana cara menilai kualitas sebuah lukisan, mengapa lukisan ini berkualitas, dan faktor penentu kualitas sebuah lukisan. Berikut ini faktor penentu kualitas lukisan yang bisa kami rangkum:

Tema Lukisan. Beberapa tema lukisan yang sudah sering dijumpai antara lain: bunga, pemandangan, binatang, kuda, ikan koi, penari bali, dll. Jika kita hanya bisa melukis dengan tema-tema umum seperti itu, mungkin lukisan kita akan dipandang sebelah mata oleh para kolektor lukisan. Bisakah kita menghasilkan tema lukisan yang unik (anti mainstream)?

Tema Lukisan

Berkarakter dan Berbobot. Sebuah lukisan, walau kadang-kadang sudah dilukis sepenuh hati, namun di mata para kolektor sering tidak dipandang. Lukisan terlalu dangkal, tidak dibuat dengan hati dan idealisme, biasanya kurang dihargai para kolektor

Lukisan Berkarakter dan Berbobot

Detail Terpelihara. Untuk para maestro lukisan, tidak ada lukisan yang dibuat asal-asalan. Walau kadang kita lihat sebuah lukisan hanya berupa coret-coretan yang tidak berarti, percayalah, di mata para kolektor lukisan bisa bernilai sangat tinggi. Setiap detail lukisan dihasilkan dari idealisme pelukis, tidak ada bagian yang dibuat asal-asalan

Lukisan Dengan Detail Terpelihara

Konsistensi Dalam Ketidakberaturan. Pernah melihat lukisan maestro Afandi? Bagaimana penilaian teman-teman tentang lukisan beliau? Dibikin asal-asalan? Cuma coret-coretan tak bernilai? Setiap sapuan kuas beliau memiliki ciri khas tersendiri yang tidak akan sama walaupun sudah banyak penirunya. Konsistensi beliau dalam melukis akan tampak jelas bagi mereka yang sudah mengerti lukisan beliau. Jadi sebagus apapun tiruan lukisannya, bagi para kolektor akan dapat dibedakan

Lukisan Dengan Konsistensi Dalam Ketidakberaturan

Hidup. Hidup bukan dalam arti lukisannya bisa berjalan-jalan atau gambar dalam lukisannya hidup. Tetapi lebih diartikan lukisan tersebut bisa mengajak mata kita untuk menari-nari disetiap lekuk, bentuk dan warna lukisan. Bingung?

Lukisan Terasa Hidup

Ukuran lukisan. Mungkin ini faktor yang tidak terlalu signifikan dalam menilai sebuah lukisan. Tapi percayalah, menghasilkan sebuah lukisan berukuran besar jauh lebih sulit daripada lukisan berukuran kecil atau cuma sekedar sketsa. Saya pribadi dan mungkin beberapa penikmat seni lebih suka dan takjub dengan lukisan berukuran besar daripada yang kecil. Namun ini bukan faktor yang terlalu penting dalam menghargai sebuah lukisan

Ukuran Lukisan

So, anda pelukis? Anda ingin menjadi seorang maestro seni lukis? Bersikaplah seperti seorang maestro seni lukis. Beberapa hal yang merupakan persamaan dari seorang maestro seni lukis antara lain:
  • Ciri khas. Semua maestro seni lukis memiliki ciri khas lukisan, cara melukis dan goresan lukisan tersendiri. Salah satu contoh adalah cara melukis maestro seni lukis dunia Jackson Pollock dengan gaya lukisan tetesnya. Jangan terlalu meniru cara lukis seorang maestro seni lukis walaupun maestro tersebut merupakan idola anda. Melukislah lebih baik lagi dari idola anda. Jangan sekali-kali membuat atau menghasilkan lukisan tiruan yang disamarkan menjadi lukisan asli seorang maestro seni lukis. Hasilkan lukisan anda sendiri, dengan cara anda sendiri
  • Idealisme. Bagaimana anda melihat gaya hidup seorang maestro seni lukis? Eksentrik bukan? Bahkan kadang-kadang mereka dianggap "gila". Itulah seniman, baik seniman lukis maupun seniman lainnya. Karya mereka adalah hasil dari idealisme mereka. Walau karya mereka kadang juga dikomersilkan, tetap saja hasil karya mereka dihasilkan dari hati dan pengalaman hidup mereka

Jadi, bagaimana anda mengetahui bahwa lukisan anda itu cukup berkualitas di mata para penikmat lukisan?
  • Jika karya yang anda hasilkan mampu membuat para penikmatnya berpikir dan merasa
  • Lukisan yang anda hasilkan membuat mata penonton susah berpaling dan kembali lagi dan kembali lagi
  • Ingat!, walau sebuah karya seni itu masalah selera, menarik atau tidak menarik itu berbeda-beda antara mata seseorang dengan mata orang lainnya, namun percayalah, di mata seorang kritikus seni sebuah karya seni itu maha karya atau karya biasa-biasa saja tidak bisa dibohongi

Demikian artikel kita kali ini tentang cara menilai suatu lukisan. Cara ini tidak baku, karena setiap penikmat lukisan memiliki caranya tersendiri dalam menilai suatu lukisan. Walau begitu, mungkin artikel ini bisa membantu teman-teman sobat CNC supaya bisa lebih menghargai suatu karya lukis.

I Like Painting

Merasa kesulitan dalam mencari artikel / barang-barang yang disediakan oleh CNC virtual? Boleh klik link (tautan) ini saja: kumpulan artikel dan barang-barang yang disediakan CNC virtual

8 komentar:

  1. Artikel menarik... Boleh saya berbagi wawancara dengan Vincent van Gogh (imajiner) artikel di http://stenote-berkata.blogspot.hk/2017/11/wawancara-dengan-vincent.html

    BalasHapus
  2. Klo semisal saya punya lukisan yang agak tua dan terkena cat apakah akan mempengaruhi harga suatu lukisan secara drastis ?

    BalasHapus
  3. Nice info. Menarik skli artikelnya.oh jd klo lukisan alam itu Mainstream yah. Maaf mau tanya klo misal kita punya lukisan jadul pmandangan alam gtu, kira2 dhargain brpa y kl djual?.thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, tergantung pak.. sesuai penilaian yg saya tulis di atas.. cuma bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang kolektor seni..

      Hapus
  4. Artikel yang bagus dengan lukisan2 yang menarik.... semoga terus berkembang... Saya ingin berbagi wawancara dengan Vincent van Gogh (imajiner) artikel di http://stenote-berkata.blogspot.hk/2017/11/wawancara-dengan-vincent.html

    BalasHapus