Minggu, 25 November 2018

Beberapa Jenis Treatment Batu Permata

Jenis Treatment Batu Permata

Jumpa lagi teman-teman sobat CNC. Khusus buat sobat CNC penggemar batu permata neh. Kali ini CNC phoneshop akan memberikan artikel menyangkut beberapa treatment yang dilakukan pada batu permata. Tahukah teman-teman bahwa treatment pada batu permata ini sejatinya telah ada sejak dua ribu tahun yang lalu? Penjelasan awal mengenai treatment pada batu permata baru dijabarkan oleh Pliny the Elder, seorang Filsuf Romawi yang hidup pada tahun 23 - 79 masehi. Beliau menjelaskan bagaimana minyak, dan pewarnaan dapat digunakan untuk meningkatkan penampilan batu permata. Dengan membaca artikel ini, diharapkan sobat CNC penggemar batu permata dapat mengerti maksud treatment yang biasa tercantum pada memo / sertifikat batu permata.

Berikut ini beberapa jenis treatment yang biasa dilakukan pada batu permata:

TREATMENT: NONE
Artinya batu permata yang dihasilkan ini dalam bentuk natural. Belum ada perlakukan apa-apa terhadap batu permata tersebut, mulai dari pengolahan dari bahan baku menjadi bentuk cincin batu permata. Batu tanpa treatment ini adalah jenis yang paling mahal harganya.

TREATMENT: HEATED
Batu permata natural, tapi mengalami proses treatment heated (pemanasan) untuk meningkatkan nilai batu permata tersebut. Beberapa jenis perlakuan treatment HEATED pada batu permata antara lain: TE, C1, GF1, GC1, FA, DIF, CX, IMP, DYE, IRR.
    TREATMENT: LAB CREATED
    Batu tersebut direkayasa di laboratorium dengan komposisi mineral yang sama seperti batu permata alami. Biasanya hasil lab created selalu bebas inclusion, tidak seperti batu alami yang selalu ada inclusi-nya. Dan batuan ini TIDAK NATURAL

    TREATMENT: HYDROTERMAL
    Batuan tersebut direkayasa di laboratorium dengan metode hydrotermal. Teknologi ini lebih canggih lagi karena memiliki komposisi yang sama dan sifat fisik (inclusi). Dan batuan ini TIDAK NATURAL

    TREATMENT: COLOR ENHANCED
    Sebenarnya batu ini natural, tetapi batu mengalami perlakuan khusus untuk mempertinggi value. Penambahan warna dengan cara irradiasi, oil, dll, tetapi tanpa melalui tahap GLASS

    TREATMENT: DOUBLET
    Sebenarnya batu tersebut natural, tetapi batu tersebut mengalami perlakuan khusus untuk pengiritan bahan. Pengiritan tersebut dengan cara penggabungan (tempel) 2 bahan materi yang berbeda menjadi satu kesatuan

    TREATMENT: TRIPLET
    Hampir sama dengan treatment doublet, di treatment triplet ini batu permata yang digabungkan ada 3 lapis. Biasanya jenis treatment ini digunakan pada Batu Opal karena Batu Opal kadang ada yang diasah dengan amat tipis, sehingga supaya lebih tahan lama maka dibuat triplet atau tempelan 3 bagian, yaitu Batu Quartz Putih pada bagian atasnya, Opal pada bagian tengahnya dan Batu Black Onyx pada bagian bawahnya

    TREATMENT: COATING
    Sebenarnya batu tersebut natural, tetapi batuan mengalami perlakuan khusus untuk mempertinggi value. Penambahan / mempertinggi / mempergelap warna dengan cara pelapisan permukaan dengan pewarna khusus. Treatment dengan cara ini bersifat tidak permanen

    TREATMENT: SYNTHETIC
    Batuan tersebut dibuat di laboratorium, tetapi komposisi dan sifat fisik tidak sama dengan batu yang ditiru. Synthetic dan imitation menjadi dualisme yang rancu

    Kode treatment yang biasa ditemukan pada memo / sertifikat batu permata antara lain:
    • TE: indikasi adanya pemanasan tetapi tanpa efek residu
    • TE1 - TE5: indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada retakan batu, mulai dari minor hingga signifikan
    • C1 - C5: indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada lubang batu, mulai dari minor hingga signifikan
    • GF1 - GF3: indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan
    • GC1 - GC3: indikasi adanya pengisian lubang batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan  dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan
    • F1 - F3: indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan oil / resin (pada emerald) untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan batuan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan
    • FA: diperlukan analisa lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi penambahan berylium atau unsur kimia lain dari luar yang mempengaruhi warna batuan
    • DIF: indikasi adanya pewarnaan / penambahan fenomena dengan metode difusi ke dalam lapisan atas batuan
    • CX: keaslian / kealamian warna tidak teridenfikasi dan / atau analisa lebih lanjut
    • IMP: indikasi adanya pelapisan tanpa warna untuk memperbaiki permukaan batuan
    • SMOKE IMPREGNATION: indikasi adanya penambahan kekontrasan efek warna pada batuan opal dengan mempergelap warna dasar batuan
    • SUGAR AND SMOKE: pewarnaan untuk menggelapkan warna latar pada opal menggunakan pembakaran sukrosa menjadi karbon
    • DYE: indikasi adanya penambahan warna batuan dengan zat pewarna
    • BE: indikasi adanya perbaikan warna dengan berylium difusion
    • IRR: batuan umumnya mengalami expos iiradiasi untuk memperbaiki warna
    • IMP / SCO / CO: indikasi adanya pelapisan pada permukaan batuan untuk memperkuat luster (IMP) atau membuat efek (SCO / CO), atau dengan sebutan lain COATING
    • TYPE A: tidak ada indikasi penambahan treatment, biasa disebut NTE pada batu jadeite jade
    • TYPE B: bleached atau impregnation. Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi dengan perendaman batu ke dalam cairan asam pada batu jadeite jade
    • TYPE C: adanya indikasi penambahan warna dengan metode DYE pada batu jadeite jade
    • TYPE B + C: lihat tipe B dan C pada batu jadeite jade

    Treatment Pada Batu Permata
    pengertian kode treatment batu permata

    Berikut ini pengertian dari berbagai jenis-jenis treatment pada batu permata:
    • B: Bleaching. Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi
    • D: Dyeing atau Infusing. Proses treatment dengan cara memasukkan warna, untuk meningkatkan warna agar lebih tua atau lebih merata
    • F: Filling. Proses pengisian pada rongga atau yang retak pada batu dengan bahan cairan tertentu seperti kaca, borax, plastik ataupun bahan lain
    • H: Heating. Sebenarnya batu masih natural. Tetapi batu tersebut mengalami peningkatan value dengan pemanasan, untuk meningkatkan warna, atau fenomena pada batu, seperti cat eye atau ster
    • I: Impregnation. Proses dengan cara mengisi bahan tanpa warna, untuk mengisi pori-pori pada batu agar penampilan batu dan daya tahan meningkat
    • O: Oiling atau Infusion. Proses pengisian retakan pada batu menggunakan minyak tanpa warna, resin atau getah, bahan sejenis lilin, yang bertujuan meningkatkan penampilan batu
    • R: Iridiation. Proses treatment dengan menggunakan sinar gamma / neuron, atau penembakan elektron dengan bertujuan untuk memperbaiki warna pada batu
    • U: Diffusion. Proses pengisian atau pelapisan yang dilakukan pada bagian bawah permukaan batu serta memanaskan hingga suhu tinggi hingga mencapai warna atau efek ster pada batu
    • W: Waxing atau Oiling. Proses pengisian pori-pori batu dengan menggunakan bahan sejenis balsam atau sejenis minyak dengan tujuan meningkatkan penampilan batu, seperti batu giok dan firus

    Contoh Kode Treatment Pada Memo Atau Sertifikat Batu Permata
    kode treatment batu permata

    Berikut ini contoh kode-kode treatment yang sering keluar atau ditampilan pada memo atau sertifikat gems lab:
    • NTD: No Treatment Detected (tidak ada treatment pada batu yang terdeteksi)
    • H: Heat only with very small amount of risidue (panas hanya dengan jumlah residu yang sangat sedikit)
    • H-a: Heated with minor risidue (dipanaskan dengan residu sedikit)
    • H-b: Heated with moderate risidue (dipanaskan dengan residu moderate)
    • H-c: Heated with severe risidue (dipanaskan dengan residu parah)
    • H-be: Heated with berylium content (dipanaskan dengan konten berylium)
    • HP: Heating and Pressure (pemanasan dan tekanan)
    • R: Iridiated (iridiasi)
    • U: Diffusion (penyinaran)
    • F: Filled with foreign material (diisi dengan bahan asing)
    • GF: Glass and Filled (terisi kaca)
    • D: Dyed (dicelup ke cairan kimia)
    • MCD: Minor Color Enhancement (ada proses peningkatan warna)
    • B: Bleached (ada bahan penutup pori yang transparan)
    • I: Impregnation (ada proses pengembangan)
    • O: Oiled (ada campuran minyak)
    • L: Lasering (pemanasan laser)
    • W: Waxing (terdeteksi lilin)
    • S: Smoked (proses pengasapan)
    • C: Coated (mempergelap warna dengan cara pelapisan permukaan dengan pewarna)
    • DBLT: Doublet (dua bahan materi yang berbeda dipadukan menjadi satu)
    • TPLT: Triplet (tiga bahan yang berbeda dipadukan menjadi satu)

    Demikian beberapa jenis TREATMENT pada batu permata yang sering dilakukan. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, hampir dapat dipastikan jenis treatment pada batu permata akan terus berkembang. Dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat melihat jenis treatment pada batuan.

    Seperti biasa, untuk melihat koleksi batu permata kami, boleh langsung kunjungi gerai kami di:

    DR. Bacan
    ITC ROXYMAS, lt dasar blok FA-9
    jl. Hasyim Ashari, jakarta pusat
    tel: +6289677775534 (call only)
    contact person: ROBET (08158305534) (WA)
    email: robb_llee@yahoo.co.id

    Kesulitan dalam mencari barang-barang / artikel di blog CNC phoneshop ini? Boleh langsung klik link (tautan) ini saja ya: kumpulan artikel dan barang-barang yang disediakan CNC phoneshop

    6 komentar:

    1. Very Nice Info bro, TQ so much , boleh add wa nya buat konsul kah? GB brotha :)

      BalasHapus
    2. Minta tolong camtumkan nama2 inklusi pada batu permata natural yg beredar di pasaran

      BalasHapus
      Balasan
      1. baik Pak, nanti kita bikin artikel baru tentang inklusi pada batu permata..

        Hapus
    3. Keren penjelasannya om, matur suwun. Om, tolong share juga Coating om, lahi marak nich, 🙏

      BalasHapus
      Balasan
      1. baik Pak, nanti kita susun artikel tentang coating batu permata ya..

        Hapus